Wanita Pengunggah Seruan Tak Perlu Pajang Foto Presiden di Sekolah Jadi Tersangka - Ide Nasional

Breaking

Thursday, July 11, 2019

Wanita Pengunggah Seruan Tak Perlu Pajang Foto Presiden di Sekolah Jadi Tersangka

Ide Nasional, Jakarta – Penyidik Polres Metro Jakarta Utara menetapkan status tersangka kepada Asteria Fitriani usai memposting di Facebook pribadinya. Dia menyerukan agar tak perlu lagi memasang foto presiden dan wakil presiden di sekolah-sekolah.

“Atas peristiwa tersebut kami berpendapat bahwa terhadap tersangka AF patut diduga telah melakukan pelanggaran pidana baik Undang-Undang ITE maupun Undang-Undang hukum pidana,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di Polres Metro Jakarta Utara, Kamis (11/7/2019).

Budhi menjelaskan, seruan Asteria agar tak perlu lagi memasang foto presiden dan wakil presiden di sekolah-sekolah dianggap menyebarkan ujaran kebencian, menyiarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran untuk menghasut supaya tidak menurut peraturan perundang-undangan, dan menghina sesuatu kekuasaan yang ada di Indonesia.

“Kita meminta keterangan para ahli, baik itu ahli ITE, ahli bahasa, ataupun ahli pidana bahwa postingan yang disampaikan itu masuk dalam kategori tersebut,” ujar dia.

Atas perbuatannya, Asteria yang menyerukan agar tak perlu lagi memasang foto presiden dan wakil presiden di sekolah-sekolah, diancam pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 a ayat 2 Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE jo pasal 14 ayat 1 atau ayat 2, atau pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

“Ia juga dikenakan pasal 160 KUHP atau pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun penjara atau denda maksimal Rp 1 Miliar,” pungkas Budhi.


Artikel yang berjudul “Wanita Pengunggah Seruan Tak Perlu Pajang Foto Presiden di Sekolah Jadi Tersangka” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment