Sengketa Lahan Stadion BMW Memasuki Babak Baru - Ide Nasional

Breaking

Thursday, July 4, 2019

Sengketa Lahan Stadion BMW Memasuki Babak Baru

Sengketa lahan
stadion BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa) kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya
kalah di tingkat pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, kini Gubernur DKI
Jakarta yakni Anies Baswedan menunjuk seseorang sebagai kuasa hukum pemerintah
provinsi untuk mengurusi sengketa lahan stadion BMW (Bersih Manusiawi dan
Berwibawa) tersebut di tingkah banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN)
kepada Denny Indrayana.

Menurut Denny
Indrayana, dirinya menyatakan saat ini masih dalam proses menyusun memori
banding yang nantinya akan diajukan ke pengadilan tinggi tata usaha Negara (PTTUN).

Kasus sengketa
lahan stadion BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa) antara Pemrov DKI dan swasta
itu terjadi setelah PT. Buana Permata Hijau memperkarakannya ke Pengadilan Tata
Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Kemudian, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta
ini sendiri memberi putusan yang menyatakan pengabulan gugatan PT. Buana
Permata Hijau dan membatalkan sertifikat hak pakai pemerintah provinsi DKI
Jakarta.

Mengapa Gubernur
DKI Jakarta, Anies Baswedan bersikukuh ingin membangun stadion BMW (Bersih
Manusiawi dan Berwibawa)? Hal ini dikarenakan pembangunan Stadion BMW (Bersih
Manusiawi dan Berwibawa) merupakan buah janji dari politiknya saat maju dalam
Pilgub DKI Jakarta 2017.

Pada saat Pilgub
DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan berjanji memberikan stadion pertama bagi warga
DKI sekaligus sebagai tempat latihan klub sepak bola Persija Jakarta.

Bicara mengenai
anggaran yang diperlukan untuk membangun Stadion BMW (Bersih Manusiawi dan
Berwibawa) tersebut secara keseluruhan mencapai Rp 5 Triliun rupiah. Setelah Anies
Baswedan resmi menjadi pemimpin DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan
pembangunan stadion tersebut dan akan dilakukan dengan sistem pembiayaan tahun
jamak dan sampai saat ini dana yang sudah dikeluarkan mencapai Rp 900 Miliar
rupiah untuk tahun 2019 saja.

Stadion BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa) di perkirakan dapat menampung sebanyak 82 ribu penonton dan disekitar stadion itu sendiri akan dibangun lahan komersial yang akan dijadikan sumber pendapatan lainnya dalam pengelolaan stadion.

Lahan pembangunan
stadion BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa) ini berada di kawasan Jakarta
Utara yang dibangun berkelas internasional. Hal ini juga sebenarnya menjadi
janji pada saat Anies Baswedan berada dalam kampanye Pilgub DKI Jakarta.

Kasus sengketa
lahan Stadion BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa) ini tidak jarang masyarakat
menagih janji tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Bahkan hingga
ke media sosial instagram Anies sendiri mengunggah dirinya meminta doa kepada
masyarakat dan persija agar dapat meneruskan pembangunan stadion BMW (Bersih
Manusiawi dan Berwibawa) ini.

Dikarenakan adanya sengketa, Perusahaan yang ditunjuk Gubernur DKI Jakarta, PT. Jakarta Properti (Jakpro) menyatakan bahwa pembangunan stadion BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa) yang bertaraf internasional ini masih akan terus dilanjutkan.

daerah

anies-baswedan,gubernur-dki,gubernur-dki-jakarta,sengketa-lahan-bmw,stadion-bmw

anies-baswedan,gubernur-dki,gubernur-dki-jakarta,sengketa-lahan-bmw,stadion-bmw


Artikel yang berjudul “Sengketa Lahan Stadion BMW Memasuki Babak Baru” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment