Menghina Presiden Jokowi, Bahar Bin Smith Divonis Tiga Tahun Penjara - Ide Nasional

Breaking

Wednesday, July 10, 2019

Menghina Presiden Jokowi, Bahar Bin Smith Divonis Tiga Tahun Penjara

Atas kasus penganiayaan yang menjerat Pimpinan Majelis Pembela Rasullullah, Habib Bahar Bin Smith. Akhirnya habib Bahar Bin Smith divonis selama tiga tahun penjara. Kasus ini bermula dari ujaran kebencian yang disampaikan oleh Bahas Bin Smith itu sendiri pada ceramah yang disampaikan di beberapa tempat.

Ungkapan
tersebut diucapkan saat memberikan ceramah di acara penutupan Maulid Arba’in di
Geudng Ba’akawi, Palembang, Sumatera Selatan pada 8 Januari 2017 silam. Dan ungkapan
tersebut dinilai sebagai ujaran kebencian.

Selain itu,
ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo juga disampaikan saat dirinya
mengisi acara kajian di Batu Ceper Tangerang, Banten pad 17 November 2017
silam. Kala itu, Bahar Bin Smith menyebut bahwa Presiden Jokowi Penghianat Negara
dan rakyat hingga mengungkapkan ujaran kebencian lainnya.

Kedua ujaran
kebencian tersebut ramai setelah seseorang mengunggahnya ke Youtube pada 27
November 2018. Tidak berlangsung lama video tersebut menyebar luas di dunia
maya hingga dijadikan bukti untuk melaporkan Bahar Bin Smith ke Polda Metro
Jaya atas kasus penghinaan terhadap simbol Negara.

Sebelumnya,
laporan tersebut sempat ditolak oleh Polda Metro Jaya karena bukan menjadi
Yurisdiksi kepolisian Ibu kota. Kemudian dilaporkannya oleh Jokowi Mania ke
Bareskrim Polri pad 29 November 2018 silam.

Saat melapor
kepada Bareskrim, laporan tersebut langsung bereaksi cepat. Setelah memeriksa
saksi pelapor, Bahar Bin Smith dipanggil untuk dimintai keterangan pada
Desember 2018 akhir tahun lalu. Disaat yang bersamaan juga Bhaar Bin Smith
sudah dicegah untuk keluar negeri. Polisi juga langsung melakukan tindakan
dengan menggeledah rumah Bahar Bin Smith di Sumatera Selatan.

Atas kasus
tersebut, Bahar Bin Smith menolak untuk meminta maaf kepada Mantan Gubernur DKI
Jakata sekaligus Politikus PDIP. Dirinya mengatakan lebih baik membusuk di
penjara dan membela islam dan juga rakyat dibandingkan harus meminta maaf.

Habib Bahar Bin Smith dengan baik memenuhi seluruh panggilan polisi dan dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam jeratan pasal penghapusan diskriminasi ras dan etnis. Selain itu, Habib Bahar Bin Smith juga mendapat ancaman pidana di penjaran selama maksimal lima tahun lamanya.

Kemudian datang laporan baru yang diproses polisi mengenai kasus penganiayaan yang dilakukan Bahar atas penganiayaan dan kekerasan pada anak. Korban diketahui murid pesantren di kampung kemang, bogor yang berusia 17 tahun dan 18 tahun. keesokan harinya Bahar ditahan di Rutan Mapolda Jawa Barat.

Pada 16 Januari 2019 lalu, Polda Jawa Barat memperpanjang masa tahanan Habib Bahar Bin Smith dengan waktu 40 hari serta melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Bandung. Dan pada akhirnya habib Bahar Bin Smith mengaku menyesal atas perbuatan penganiayaan yang dilakukannya. Kemudian, jaksa penuntut umum menuntut habib bahar bin smith agar dipidanakan penjara selama enam tahun.

Namun, kemudian hakim PN Bandung memvonis Bahar dengan hukuman penjara 3 tahun dan dena 50 juta subside satu bulan penjara pada 9 Juli 2019 kemarin. Menurut hakim vonis yang diterima bahar lebih rendah daripada tuntutan yang dimilikinya.

Sumber:cnnindonesia.com

featured,hukum-kriminal

bahar-bin-smith,habib-bahar,habib-bahar-bin-smith,ujaran-kebencian,ujaran-kebencian-bahar

bahar-bin-smith,habib-bahar,habib-bahar-bin-smith,ujaran-kebencian,ujaran-kebencian-bahar


Artikel yang berjudul “Menghina Presiden Jokowi, Bahar Bin Smith Divonis Tiga Tahun Penjara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment