Mendagri: Qanun Aceh Masih Akan Dikonsultasikan dengan Pusat - Ide Nasional

Breaking

Monday, July 8, 2019

Mendagri: Qanun Aceh Masih Akan Dikonsultasikan dengan Pusat

Ide Nasional, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, qanun (peraturan daerah) Aceh yang di dalamnya memuat soal poligami masih akan dikonsultasikan dengan pemerintah pusat. Pemerintah provinsi dan DPR Aceh memang sedang membahas qanun tentang hukum keluarga yang salah satu isinya mengatur soal praktik poligami.

“Ya apa pun setiap daerah untuk menyusun perda, termasuk Aceh kan masih ada dua (qanun) termasuk soal bendera juga kan tetap dikonsultasikan dengan pusat, termasuk qanun poligami,” kata Tjahjo di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (8/7/2019).

Qanun itu telah masuk Program Legislasi (Proleg) pada akhir 2018. Pembahasan masih terus dilakukan antara lain dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) pada 1 Agustus 2019.

Namun, dia mengaku karena qanun itu belum dikonsultasikan maka ia belum tahu apa argumentasi yang diajukan sehingga qanun itu diajukan dalam RDPU 1 Agustus 2019.

“Saya tidak tahu argumentasi teman-teman di Aceh apa. Tapi jangan di declare karena ini menyangkut berbagai akses, termasuk ketidaksetujuan ibu-ibu dan mbak-mbak,” kata Tjahjo seperti dikutip Antara.

Sedangkan Menteri Agama Lukman Saifuddin mengatakan, dia pun belum tahu mengenai qanun hukum keluarga tersebut.

“Sejujurnya saya belum tahu sama sekali hal itu, tentu kan harus dipelajari terlebih dahulu ya apa isinya dan seterusnya. Jadi, kalau judulnya legalisasi poligami itu kita harus klarifikasi terlebih dahulu, memangnya selama ini poligami tidak legal?” kata dia.

Ia pun mengaku akan mencari tahu substasi qanun itu lebih dulu sebelum menyampaikan keterangan.

“Kita akan dalami dulu isinya, karena dokumennya kita belum tahu isi rancangan qanun seperti apa kita masih belum tahu. Kita sedang akan dalami terlebih dahulu apa kontennya dan apa substansi pengaturan regulasi itu,” kata Lukman.

 


Artikel yang berjudul “Mendagri: Qanun Aceh Masih Akan Dikonsultasikan dengan Pusat” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment