Kasus Korupsi E-KTP, Arif Wibowo Dicecar KPK Soal Rapat di Komisi II DPR - Ide Nasional

Breaking

Thursday, July 4, 2019

Kasus Korupsi E-KTP, Arif Wibowo Dicecar KPK Soal Rapat di Komisi II DPR

Ide Nasional, Jakarta – Anggota DPR Fraksi PDIP Arif Wibowo mengaku dicecar penyidik KPK soal rapat-rapat yang dilakukan Komisi II DPR RI. Rapat yang dilakukan Komisi II DPR diduga berkaitan dengan pembahasan dan penganggaran proyek e-KTP.

“KPK mempertanyakan rapat-rapat di Komisi II sesuai dokumen yang ada. Menyangkut kebijakan, menyangkut anggaran. Umum saja semuanya,” ujar Arif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2019).

Arif yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari ini mengaku tak tahu soal penambahan anggaran untuk proyek e-KTP yang menjadi bancakan. Menurut dia, anggaran terkait proyek dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPR.

“Saya enggak hafal. Karena itu kaitannya di Banggar,” kata dia.

Saat disinggung mengenai penerimaan USD 108 ribu ke kantong pribadinya, Arif membantahnya. Padahal dalam dakwaan dan tuntutan mantan Pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto, Arif disebut menerima bancakan USD 108 ribu.

“Waduh, enggak ngerti saya,” kata dia.

Dalam perkara e-KTP ini, KPK sudah mengantarkan tujuh orang ke dalam penjara. Ketujuh orang tersebut dinilai hakim terbukti melakukan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari proyek sebesar Rp 5,9 triliun.

Dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto yang masing-masing divonis 15 tahun penjara, mantan Ketua DPR Setya Novanto yang juga 15 tahun penjara, pengusaha Andi Narogong 13 tahun penjara, dan Anang Sugiana Sudihardjo seberat 6 tahun penjara.

Sedangkan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Massagung masing-masing 10 tahun penjara. Sementara itu, politikus Partai Golkar Markus Nari masih menjalani proses penyidikan.

 


Artikel yang berjudul “Kasus Korupsi E-KTP, Arif Wibowo Dicecar KPK Soal Rapat di Komisi II DPR” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment