Cara Agar Sabar Menghadapi Mertua - Ide Nasional

Breaking

Wednesday, June 12, 2019

Cara Agar Sabar Menghadapi Mertua

Pernikahan adalah momen yang paling membahagiakan bagi para pasangan yang menantikannya. Betapa tidak, pernikahan akan membuat keluarga semakin dekat dan semakin bertambah jumlahnya. Meskipun demikian, terjadinya pertentangan dalam keluarga juga tidak dapat dipungkiri kenyataannya.

Apalagi pertentangan tersebut kerap datang dari sang mertua. Apakah yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah selalu bersikap sabar dan mencoba memahami sang mertua. Lalu, bagaimana caranya untuk selalu sabar dalam menghadapi sang mertua? Berikut adalah kiat sukses agar selalu sabar menghadapi mertua.

1.Ingatlah Bahwa Sabar Tidak Pernah Ada Batasnya

Sekesal apapun Anda dalam menghadapi sikap mertua yang sangat menyebalkan, ingatlah bahwa Anda selalu “dituntut” untuk menjadi pribadi yang sabar. Sampai kapan harus bersabar? Pertanyaan tersebut semestinya tidak pernah dilontarkan karena sabar memang tidak pernah mengenal batas.

Menghadapi sikap mertua yang berseberangan dengan Anda tentu sangat menyulitkan, namun ingatllah perjuangan ini akan membuahkan pahala. Ya, selalulah menjadi menantu yang sabar dan kurangi frekuensi pertemuan.

2. Jaga Jarak Itu Ada Baiknya

Poin ini memiliki keterkaitan dengan poin sebelumnya di mana kesabaran sangat diuji bila Anda selaluu berada di dekat mertua. Memang tidak semua mertua itu terlihat scary hingga sampai pada kenyataannya. Namun, ada baiknya untuk selalu menjaga jarak terhadap mertua.

Ini dilakukan bukan untuk menghindari mertua, akan tetapi memberi sedikit ruang pribadi antara kehidupan rumah tangga Anda dan mertua. Lebih lagi, menjaga jarak akan membantu Anda dan pasangan untuk membangun rumah tangga secara mandiri. Selain itu, Anda dan pasangan juga dapat memetik banyak pelajaran hidup mengenai perjuangan dalam membangun dan menjalani rumah tangga.

3. Ingatkan Pasangan Untuk Selalu Memberi Perhatian Kepada Orang Tuanya

Terkadang, sebagian mertua merasa cemburu kepada menantunya. Ini dikarenakan para mertua menganggap menantunya sudah “mengambil alih” anaknya. Padahal tidak seperti itu adanya, hanya saja mertua Anda secara tidak langsung “merasa bahwa beliau tidak diperhatikan lagi”.

Untuk menghindari perasaan tersebut, ada baiknya Anda untuk selalu mengupayakan mengunjungi sang mertua. Selain itu, berusahalah untuk selalu bersikap adil dan tidak menitikberatkan pada salah satu di antara mereka yaitu mertua, orang tua, dan rumah tangga sendiri.

4. Seberat Apapun Cobaan Dalam Menghadapi Mertua, Ambillah Hikmahnya

Memang tidak semua mertua yang memberi kesan buruk terhadap menantunya. Ada juga di antara mereka yang menganggap dan memperlakukan menantunya melebihi anak sendiri. Lalu, bagaimana cara menghadapi mertua yang tidak terbuka terhadap menantunya? Cara agar sabar menghadapi mertua seperti itu adalah dengan memikirkan hikmah di balik hal tersebut.

Dengan menghadapi hal seperti ini, Anda dapat lebih mengetahui makna pernikahan yang sesungguhnya, bagaimana cara dalam menghadapi dan memperlakukan mertua, serta mempertajam rasa empati. Dengan mengambil pelajaran dari hal ini, Anda akan merasa lebih mudah untuk berdiri bersama keluarga pasangan.

5. Tetaplah Berpositif Thinking

Seburuk apapun keadaan mertua Anda, mereka adalah orang tua dari pasangan Anda. Selayaknya orang tua, Anda harus memperlakukan mertua dengan sebaik-baiknya layaknya orang tua sendiri. Apapun yang terjadi pada mertua dengan seluruh perlakuan buruknya terhadap Anda, tetaplah berpikir positif.

Hal tersebut menandakan bahwa Anda dituntut untuk mengambil dan memandang segala sesuatu secara positif agar hati terjaga dari segala pengaruh buruk.

Nah, itulah beberapa cara agar sabar menghadapi mertua. “Seburuk” apapun kesan mertua terhadap kita, jangan pernah lelah untuk terus bersabar agar hubungan pernikahan tetap baik. Ingatlah bahwa posisikan diri sebaik mungkin ketika berada di lingkungan mertua.

tips-trik

dorijuni

dorijuni


Artikel yang berjudul “Cara Agar Sabar Menghadapi Mertua” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment