Buruh Kasar WNI di Malaysia Terduga ISIS - Ide Nasional

Breaking

Saturday, June 1, 2019

Buruh Kasar WNI di Malaysia Terduga ISIS

Diduga terlibat dengan sekelompok ISIS seorang Warga Negara Indonesia yang bekerja di Malaysia sebagai buruh kasar berusia 20 tahun di tangkap. Dia di tangkap oleh sejumlah warga negara Bangladesh dan Malaysia yang telah diduga dan terlibat dalam jaringan ISIS.

Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo yang merupakan
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas menuturkan bahwa saat ini
Detasemen Khusus 88 sedang bekerjasama dengan PDRM saling berkoordinasi terkait
WNI di Malaysia yang diduga sebagai ISIS.

“Saat ini Densus 88 sudah
bentuk tim untuk berkoordinasi dengan PDRM,” ujarnya saat dikonfirmasi,
Jumat (31/5).

Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menuturkan bahwa WNI tersebut
bekerja sebagai penghubung anggota ISIS di Indonesia yang ingin melanjutkan
perjalanan di daerah Sabah sebelum di berangkatkan ke Selatan Filipina untuk
serangan bunuh diri. WNI di Malaysia ini dicurigai sebagai penyalur dana dan
juga sebagai perancang jihad di Syria.

Sedangkan Warga Negara Malaysia berusia 42 tahun yang sudah
ditangkap berprofesi sebagai  kontraktor.
Warga Negara Malaysia ini ditangkap pada tanggal 17 Mei ketika hendak berangkat
ke negara Mesir dan melanjutkan ke Syria dengan cara menyusup dan
sembunyi-sembunyi.

Sedangkan, Warga Negara Bangladesh berusia 28 tahun yang
telah berhasil di tangkap juga di curigai sebagai mekanik kapal di Kedah. Dia
juga di duga sebagai seorang yang menyokong para anggota ISIS di Bangladesh dan
sebagai penyedia bahan-bahan untuk pembuatan bom.

Lanjut Dedi, PDRM sedang melakukan pencarian guna menangkap satu WNI yang diduga sebagai fasilitator untuk para anggota ISIS Indonesia yang ingin melanjutkan perjalanan dari Sabah sebelum melanjutkan ke Filipina.

Sumber : cnnindonesia.com

featured

isis,malaysia,wni

isis,malaysia,wni


Artikel yang berjudul “Buruh Kasar WNI di Malaysia Terduga ISIS” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment