Bupati Bogor Minta PPDB Sistem Zonasi Tak Diterapkan di Semua Wilayah - Ide Nasional

Breaking

Thursday, June 20, 2019

Bupati Bogor Minta PPDB Sistem Zonasi Tak Diterapkan di Semua Wilayah

Ide Nasional, Jakarta – Bupati Bogor Ade Yasin meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengkaji sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi.

Dia menilai sistem zonasi dalam PPDB tidak bisa diterapkan sama rata di setiap daerah karena ketersediaan infrastruktur sekolah di setiap daerah berbeda-beda.

Seperti kondisi di Kabupaten Bogor, jumlah sekolah di daerah penyangga ibu kota Indonesia ini tidak berbanding lurus dengan jumlah rombongan belajar yang ada di wilayah tersebut.

Dalam Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, tercatat jumlah SDN di Kabupaten Bogor mencapai 1.543 sementara jumlah SMPN hanya 103.

Sedangkan jumlah SMAN hanya 45 unit dan SMKN hanya 11 unit. Dengan demikian, hampir setiap kecamatan di Kabupaten Bogor hanya memiliki satu SMAN.

“Kalau sekolah terdekat sudah penuh, peserta didik tidak bisa masuk sekolah negeri karena terbentur sistem zonasi ini. Padahal mereka punya hak menikmati pendidikan di mana saja selama warga Indonesia,” ujar Ade Yasin, Kamis (20/6/2019).

Dampak dari sistem ini membuat para orangtua terpaksa menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta dan tentunya dengan biaya tidak sedikit.

“Sejauh ini saat membludak kami hanya bisa membantu supaya PPDB berjalan tertib saja,” ujar Ade.


Artikel yang berjudul “Bupati Bogor Minta PPDB Sistem Zonasi Tak Diterapkan di Semua Wilayah” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment