12 Kalimat yang Tak Boleh Didengar oleh Anak-anak - Ide Nasional

Breaking

Wednesday, June 5, 2019

12 Kalimat yang Tak Boleh Didengar oleh Anak-anak

Saat
membesarkan anak-anak kita, kita sering lupa betapa pentingnya kalimat-kalimat
yang kita ucapkan kepada mereka. Terkadang kalimat positif, tetapi tidak jarang
pula kita ucapkan kalimat-kalimat negatif pada anak-anak kita dalam keadaan
marah. Yang terakhir ini sangat membahayakan anak, karena tidak memberikan
kebaikan pada mereka.

Itulah
sebabnya artikel ini mengulas tentang kalimat-kalimat apa saja yang boleh dan
tidak boleh didengar oleh anak-anak kita. Setelahnya, silahkan dicoba, dan kita
akan melihat seberapa cepat situasinya berubah menjadi lebih baik.

Jangan sekali-kali mengatakan hal itu
pada anak-anak kita. Karena kalimat tersebut bisa membuat perasaan anak-anak
menjadi down, dan pikiran mereka akan
terbebani yang menurut mereka cukup berat. Sebaiknya ganti kalimatnya menjadi “ayah dan ibu tahu kamu ingin memiliki waktu
lebih untuk bermain, tapi kita harus pergi mengunjungi kakek dan nenek.”

Kalimat tersebut tak akan mampu menghentikan tangisan anak-anak kita. Justru mereka akan semakin menjadi-jadi, atau bahkan melawan peraturan yang kita buat. Atau jika mereka menurut, mereka akan menurut karena takut, bukan karena menghormati peraturan yang kita buat. Sebaiknya katakan ini pada mereka, “ayah dan ibu tahu betapa sedih hatimu, kami juga bisa merasakannya.”

Kalau kamu tidak makan serealmu, kamu akan kurus dan
lemah

Kalimat tersebut terdengar sungguh sangat
menghina keadaan anak kita sendiri. Secara tak sadar kita sebagai orang tua mem-bully mereka dengan kalimat
tersebut. Alangkah baiknya kita katakan ini, “jika kamu makan serealmu, kamu akan menjadi pandai dan kuat seperti
ayahmu.”

Yang kamu lakukan itu salah. Berikan padaku!

Sungguh sangat kasar kalimat itu
didengar. Dan sangat tidak pantas jika diucapkan pada anak-anak kita. Meskipun apa
yang mereka kerjakan itu masih salah, lebih baik kita katakan ini pada mereka, “biarkan aku tunjukkan padamu cara yang benar
dan rapi untuk mengerjakannya.” Kalimat tersebut terdengar lebih
menghargai, tidak menghakimi, dan tidak meremehkan.

Kamu terlihat sangat gelisah

Secara tak sadar, kalimat tersebut
mungkin membuat anak-anak kita takut untuk menceritakan masalah mereka. Dan sebaiknya
katakan kalimat ini pada mereka, “mari
kita bicarakan.” Kalimat yang terakhir terkesan lebih mendamaikan untuk
mencari solusi dari suatu masalah dengan cara yang tenang.

Ayo pergi! Harus berapa lama lagi ayah dan ibu
menunggumu?

Kalimat tersebut terdengar sangat memaksa,
sebaiknya hindari, jangan ucapkan pada anak-anak kita, dan ganti dengan ucapan
ini, “mari kita berlomba! Siapa yang
terlebih dulu berpakaian dan siap untuk pergi.”

Ambil, dan berhenti menangis!

Tentu anak-anak kita akan sangat
ketakutan mendengar kalimat tersebut. Dan mereka akan akan tumbuh menjadi
anak-anak yang penakut serta tak percaya diri. Sebaiknya ganti dengan kalimat
ini, “ayah dan ibu mengerti, tapi kamu
perlu tahu, kami berdua tak bisa mengizinkanmu melakukannya.”

Jika kamu cuci piring setelah makan, ayah dan ibu
akan memberimu permen

Kalimat tersebut mungkin terdengar manis, tapi sebenarnya kita memberikan harapan palsu pada anak-anak kita dengan menjanjikan hadiah yang belum tentu sudah benar-benar kita siapkan. Jika tak ada iming-iming hadiah, tentu anak-anak kita tak akan mau mengerjakan tugas mereka di kemudian hari.

Sebaiknya ucapan kalimat ini pada mereka, “ingat, jika kamu mencuci piring-piring itu, itu berarti kamu sangat membantu tugas ibu.”

Bagaimana bisa ayah dan ibu tahu?!

Kalimat tersebut terdengar tidak peduli
sama sekali pada apa yang dialami anak-anak kita, dan terdengar sangat angkuh
juga sombong. Sebaiknya ucapkan kalimat ini, “ayah dan ibu masih belum tahu. Kami akan memberitahu dirimu jika kami
sudah menemukan jawabannya.”

Lagi-lagi bentakan dan kalimat perintah
yang sudah pasti membuat mental anak-anak kita down dan menjadi penakut. Sebaiknya ganti dengan kalimat ini, “ayo kita keluar, dan bermain game di
halaman!”

Lihat, apa yang sudah kamu lakukan!

Kalimat tersebut sungguh sangat
menghakimi, dan otomatis memberi hukuman verbal pada anak-anak kita. Akibatnya mereka
tak akan mau melakukan apapun, dan hal itu bisa menghambat kreatifitas mereka. Sebaiknya
ganti dengan ucapan ini, “ayah dan ibu
tahu kamu tidak sengaja, tapi lain kali kamu harus lebih berhati-hati lagi.”

Lihat temanmu itu! Dia selalu pulang tepat waktu, tidak seperti kamu

Kasar sekali jika kalimat itu sampai
terlontar dari mulut kita para orang tua. Jangan sekali-kali membandingkan anak
kita dengan anak orang lain, karena masing-masing memiliki kekurangan dan
kelebihan yang unik pemberian dari Tuhan. Alangkah baiknya kita ucapkan ini
pada mereka, “cobalah untuk pulang tepat
waktu, ini sangat penting.”

Semoga
artikel ini bermanfaat, dan semoga kita selalu bisa berucap yang baik untuk
anak-anak kita.

parenting

dorijuni

dorijuni


Artikel yang berjudul “12 Kalimat yang Tak Boleh Didengar oleh Anak-anak” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment