Pasca Kerusuhan 22 Mei Komnas HAM terima 70 Aduan Orang Hilang - Ide Nasional

Breaking

Thursday, May 30, 2019

Pasca Kerusuhan 22 Mei Komnas HAM terima 70 Aduan Orang Hilang

Setelah kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada tanggal 22 Mei 2019 Komnas HAM menerima banyak aduan kehilangan dari para keluarga koran kerusuhan 22 Mei lalu. Taufan Damanik selaku Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa pihaknya telah menerima aduan sebanyak 70 orang hilang.

Taufan menjelaskan bahwa laporan tersebut datang dari Tim Advokasi Korban kerusuhan yang terjadi pada tengah malam 21 Mei 2019 hingga 22 Mei 2019. Ismar Syafrudin selaku pengacar tim mengadukan berita kehilangan orang tersebut ke Komnas Ham “Mereka memberikan data data yang dimiliki kepada kami. Berdasarkan data data tersebut kami akan mempelajari dan menelusuri lebih lanjut” jelas Taufan

Taufan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya pada saat kerusuhan yang terjadi bisa melaporkan ke pihak kepolisian atau Komnas HAM.

Polda Metro Jaya sebelumnya telah menerima laporan kehilangan orang dari beberapa warga Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Para keluarga dan kerabat melaporkan sanak saudara mereka yang hilang semenjak aksi kerusuhan yang terjadi dari tanggal 22 Mei dini hari sampai 23 Mei. Beberapa dari mereka mendatangi kantor polisi karena mendapatkan kabar bahwa anggota keluarga mereka telah ditangkap polisi.

Salah satu pihak yang melaporkan kehilangan anggota keluarga ialah keluarga Arya seorang pengemudi ojek online yang merupakan warga Kampung Bali. “Ketika saya menanyakan tentang kabar Arya tidak ada satupun yang mengetahui, saya dilempar kesana kemari. Pertama saya mendatangi Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) lalu dilempar ke bagian Direktorat Tahanan dan Barang Bukti.”

Pada saat kerusuhan 22 Mei lalu puluhan anggota brigade mobil menyisir wilayah Kampung Bali dan Kebon Kacang untuk mencari orang yang diduga sebagai otak dan pelaku kerusuhan yang terjadi di Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat.

Menurut penuturan warga salah satu orang yang dibawa ialah Arya. Arya ditangkap ketika sedang beristirahat di sebuah gubuk di wilayah Kampung Bali. Winda Devianti selaku Ketua RT 02 RW 09 membenarkan kejadian ini. Dirinya bahkan mengaku melihat langsung proses penangkapan Arya dan pemukulan terhadap Arya. Menurutnya, saat ditangkap wajah Arya penuh dengan darah.

Seorang lainnya yang ditangkap ialah Ando di wilayah Kebon Kacang, Ando diminta untuk menunjukkan jalan dimana massa bergerak kabur. Pihak kepolisian telah merilis 10 nama yang diduga menjadi provokator sekaligus pelaku kerusuhan dari wilayah Kampung Bali. Empat dari 10 orang tersebut sudah berhasil diamankan oleh Polisi.

Beberapa video tentang kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian menyebar di sosial ma poedia. Dalam video tersebut terlihat bahwa beberapa anggota kepolisian menendangi para pelaku di depan masjid.

Namun, pihak kepolisian menepis hal itu. Mereka mengatakan bahwa polisi dan aparat lainnya telah menjalankan tugas secara prosedur. Apabila diketahui ada polisi yang melakukan tindak kekerasan kepada masyarakat maka anggota polisi tersebut akan ditindak tegas.

politik

aksi-22-mei,demo,pemilu-2019

aksi-22-mei,demo,pemilu-2019


Artikel yang berjudul “Pasca Kerusuhan 22 Mei Komnas HAM terima 70 Aduan Orang Hilang” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment