New Zealand Open 2019 Perjuangan Fitri, Jorji dan Ruselli Agar Lolos Lomba - Ide Nasional

Breaking

Thursday, May 9, 2019

New Zealand Open 2019 Perjuangan Fitri, Jorji dan Ruselli Agar Lolos Lomba

Kali
ini Indonesia memiliki perwakilan tiga tunggal putri sekaligus dalam ajang
kompetisi New Zealand Open 2019. Tiga perwakilan dari sektor tunggal putri
adalah Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung, dan juga Ruselli Hartawan yang
berhasil lolos dalam babak pertama New Zealand Open 2019.

Kompetisi
ini sebenarnya salah satu turnamen yang memberi kesempatan pada atlet agar bisa
mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya agar bisa masuk dalam kualifikasi
Olimpiade Tokyo 2020. Kesempatan emas ini menjadi kesempatan yang tidak boleh
terlewatkan.

Benar
saja, di babak pertama perwakilan dari Indonesia ini langsung lolos dengan
mudah setelah menghadapi lawan yang pertama. Masih terbilang bukan lawan yang
berat untuk kapasitas mereka.

Contohnya
saja Fitriani di babak pertama berhadapan dengan perwakilan dari Negara
Australia yaitu Louisa Mala dan langsung menang hanya dalam dua gim permainan
dengan perolehan angka 21-12 berturut-turut. Permainan cukup singkat.

Begitu
juga Gregoria Mariska Tunjung yang lebih akrab disapa Jorji. Dia dihadapkan
dengan perwakilan dari negeri Tiongkok yaitu Zhang Yiman. Namun hanya
membutuhkan dua gim permainan seperti Fitriani. Dia langsung bisa menumbangkan
strategi lawan dengan mudah dengan perolehan nilai 21-16, dan 21-12.

“Mainnya
tadi lumayan enak, cuma di game awal
masih banyak mati sendiri. Lawannya bagus. Di game awal dia unggul, terus
mepet-mepet juga poinnya,” begitu ungkap Jorji saat diwawancara mengenai pendapat
permainan yang baru dia mainkan.

Tak
disangka ternyata Ruselli Hartawan mengikuti jejak kemenangan dua rekannya. Dia
berhasil menumbangkan atlet perwakilan New Zealand sendiri yaitu Sally Fu
dengan perolehan angka 21-5 dan 21-16. Cukup fantastis karena mereka bertiga
bisa mengalahkan lawan dalam waktu yang cukup singkat.

Barulah
di babak yang kedua dan juga ketiga mereka bertiga akan menghadapi lawan yang
cukup menantang kemampuan mereka. Seperti yang sudah dijadwalkan dari awal,
Fitri akan melawan perwakilan dari Jepang yaitu Aya Ohori.

Sementara
itu Ruselli Hartawan akan berhadapan dengan 
perwakilan dari negeri Tiongkok yaitu Li Xuerui. Terakhir adalah  Gregoria Mariska Tunjung yang juga akan
berhadapan dengan perwakilan dari negeri Tiongkok lainnya yaitu Li Yun.

Tiga serangkai ini Fitri, Jorji, dan Ruselli adalah tiga nama yang sudah ditugaskan oleh PBSI dengan SK Prioritas dari perwakilan tunggal putri dengan target lolos kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2020. Namun sampai detik ini, dari ketiga nama tersebut hanya Jorji yang memiliki posisi paling aman untuk bisa lanjut dalam kompetisi di Tokyo jika dilihat dari perolehan ranking.

Jorji
saat ini berada di ranking ke-17 dunia, jika dilihat kembali aturan Olimpiade
yang ada, setiap Negara diperbolehkan mengirimkan dua perwakilan negara khususnya
sektor tunggal yang mana memiliki ranking di 16 besar. Namun, kabar buruknya,
Fitriani dan juga Ruselli masih tertinggal jauh dengan ranking 30 dan 40 dunia.
Ini tentu saja sangat jauh dari kualifikasi yang diberikan.

Saat
ini kedua perwakilan Indonesia dari sektor tunggal putri Fitri dan Ruselli
masih bertengger dan belum ada perubahan dari posisi yang sekarang yaitu di
tangga 30 dan 40 dunia. Tentu saja ini menjadi PR yang besar untuk pelatihnya
dan butuh perjuangan yang besar jika mereka berdua ingin masuk dalam
kualifikasi Olimpiade 2020 nanti.

Kabar
baiknya, masih ada waktu setahun untuk penutupan kualifikasi ini. Sehingga
membuat ketiga perwakilan tunggal putri ini mampu mempersiapkan diri dan
berusaha lebih keras agar bisa memenuhi syarat kualifikasi.

badminton

fitriani,greogoria-mariska-tunjung,new-zealand-open-2019,ruselli-hartawan,tunggal-putri-indonesia

fitriani,greogoria-mariska-tunjung,new-zealand-open-2019,ruselli-hartawan,tunggal-putri-indonesia


Artikel yang berjudul “New Zealand Open 2019 Perjuangan Fitri, Jorji dan Ruselli Agar Lolos Lomba” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment