Menyebar Berita Hoax, Seorang Dokter di Bekuk Polisi - Ide Nasional

Breaking

Tuesday, May 28, 2019

Menyebar Berita Hoax, Seorang Dokter di Bekuk Polisi

Hoax adalah berita palsu atau berita bohong yang disebarkan oleh orang-orang yang ingin bertujuan jahat. Ini terjadi hari ini di Bandung dimana berita hoax ini di lakukan oleh Seseorang yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan bernama Dodi Suradi atau DS berumur 48 tahun. DS diduga telah menyebarkan berita hoax melalui akun facebook tenang seorang remaja yang tewas karena korban penembakan polisi.

Isi kabar bohong tersebut yang disebarkan oleh DS :

“Malam ini Allah memanggil
hamba hamba yang dikasihinya. Seorang remaja tanggung, mengenakan ikat pinggang
berlogo osis, diantar ke posko mobile ARMII dalam kondisi bersimbah darah. Saat
diletakkan distretcher ambulans, tidak ada respons, nadi pun tidak teraba. Tim
medis segera melakukan resusitasi.”

“Kondisi sudah sangat berat
hingga anak ini syahid dalam perjalanan ke rumah sakit. Tim medis yang menolong
tidak kuasa menahan air mata. Kematian anak selalu menyisakan trauma. Tak
terbayang perasaan orangtuanya… Korban Tembak Polisi, Seorang Remaja 14 Tahun
Tewas“.

Saat ini DS telah diamankan Unit Siber Direktorat Reserse
Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat. Setelah
berita itu tersebar dan baru di laporkan pada pada tanggal 26 Mei 2019 dengan
sigap
Unit Kriminal Siber Polda Jabar segera melacak dan
langsung mendeteksi DS yang telah menyebarkan berita hoax tersebut.

Menurut Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Komisaris Besar
Samudi di Mapolda Jabar, Selasa (28/5) mengatakan bahwa penangkapan ini adalah
yang kesekian kalinya terhadap DS. Dimana DS ini adalah seorang dokter ahli
kebidanan bergelar S3 dan juga pengajar atau dosen disebuah perguruan tinggu di
kota Bandung.

Komisari besar Samudi juga menjelaskan penangkapan DS
dilakukan pada seni malam (27/05). Ini di karenakan dia telah memposting sebuah
berita hoax di akun facebooknya, dimana berita tersebut bisa saja berpotensi
menimbulkan keributan atau keonaran yang tidak di inginkan. Hal yang sangat
mengejutkan adalah berita ini terkait dengan kejadian kerusuhan yang terjadi
pada tanggal 22 Mei lalu.

Tutur pak Samudi”Melakukan distribusi konten status di
media sosial Facebook dengan akses terbuka untuk umum dan dapat dibaca oleh
semua orang. Tentunya siapapun yang membaca dapat menimbulkan kebencian
terhadap institusi Polri,” Samudi
menjelaskan juga, jika berita yang disebarkan itu adalah tidak benar. Tidak ada
sama sekali di media massa yang memberitakan berita tersebut yang dimaksud oleh
DS.

Hukuman yang layak untuk tersangka adalah hukuman maksimal 10 tahun
penjara. Ini di karena tersangka telah melanggar
Pasal 14 ayat
(1), (2) dan Pasal 15 UU No.1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan
atau Pasal 207 KUHPidana kurungan penjara 10 tahun.

Sebagai pembelaan dirinya, DS mengaku jika berita tersebut dia copy paste melalui grup whatsapp dan langsung disebarkan ke akun facebooknya. Dan DS sendiri tidak menyangka jika keadaan tersebut menjadi memanas.

sumber : cnnindonesia.com

featured,hukum-kriminal

bandung,berita-bohong,berita-hoax,hoax

bandung,berita-bohong,berita-hoax,hoax


Artikel yang berjudul “Menyebar Berita Hoax, Seorang Dokter di Bekuk Polisi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment