Inkonsistensi Masih Menjadi Masalah untuk Ganda Campur Indonesia - Ide Nasional

Breaking

Friday, May 10, 2019

Inkonsistensi Masih Menjadi Masalah untuk Ganda Campur Indonesia

ganda-campuran

Meski
sudah bergelar seorang mantan pebulutangkis. Atlet senior Liliyana Natsir masih
aktif mengikuti perkembangan bulu tangkis di Indonesia. Terutama bagaimana
pemain bulu tangkis wakil Indonesia berlaga di semua kompetisi. Liliyana sangat
memperhatikan perkembangan cara main juniornya, terutama untuk sektor ganda campuran.
Seperti sektor yang digelutinya dahulu.

Setelah
melalui waktu yang cukup panjang dan perjuangan yang sangat banyak di tahun
2019 bulan Januari menjadi saksi mata seorang legenda pebulutangkis pensiun
dari dunia yang telah lama digelutinya. Liliyana pensiun dan pemerintah secara
khusus menggelar acara resmi untuk melepas gelar atletnya.

Menurut
Liliyana, wakil ganda campuran dari Tanah Air masih memiliki banyak hal yang
harus dibenahi. Terlebih lagi jika target awal adalah meloloskan diri ke
Olimpiade 2020 Tokyo. Selain itu, menurut wanita paruh baya ini inkonsistensi masih
membayang-bayangi penampilan para atlet Indonesia. Inilah yang menjadi masalah
paling utama untuk Praveen Jordan dan juga teman-teman lainnya.

“Ya, ini (turnamen) New Zealand Open 2019 baru mulai perhitungan poin ke Olimpiade 2020. Jadi (kansnya) belum bisa kelihatan, karena hitung-hitungan baru dimulai,” begitu kata Liliyana Natsir saat diwawancarai oleh wartawan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat.

“Yang terpenting, mulai perhitungan
poin sekarang hingga tahun depan, mereka (wakil ganda campuran Indonesia) harus
stabil. Jangan (penampilan) tiba-tiba naik, tapi tiba-tiba turun. Kalau begitu
peringkatnya nanti bisa jauh turun,” lanjutnya kemudian.

Melihat
perolehan peringkat dunia yang sudah didapat oleh beberapa pasangan ganda
campuran Indonesia seperti Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja, dan juga
pasangan Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti. Dua pasangan ini kedepannya
masih menjadi pasangan tulang punggung yang cukup banyak menopang gelar dari
sektor ganda campuran yang dilatih oleh Richard Mainaky.

Pasangan
Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja berhasil menduduki peringkat ketujuh
di seluruh dunia. Sementara itu, pasangan Praveen Jordan dan Melati Daeva
Oktavianti pula menduduki dua tangga di bawah pasangan Hafiz dan Gloria. Sangat
membanggakan bukan?

Di
antara peringkat dua pasangan ini ada perwakilan dari Negara China yaitu He
Jiting dan Du Yue. Pasangan China ini menduduki peringkat di tangga delapan dan
merupakan batas kelolosan otomatis untuk bisa mengikuti Olimpiade 2020.

Namun
menurut wanita yang akrab disapa Butet ini, Indonesia masih memiliki peluang
yang sangat besar untuk bisa mengikuti Olimpiade 2020. Teruutama untuk sektor
ganda campuran yang sudah lama berlatih untuk bisa lolos seleksi.

Tentunya
dengan syarat semua personil Merah Putih selalu menjaga konsistensi dan juga
memberikan yang terbaik dari yang mereka mampu.

“Kalau mereka stabil sih, minimal
bisa dua (wakil) masuk (ke Olimpiade 2020). Minimal mereka stabil (lolos) ke
semifinal lah,” begitu pungkas Liliyana setelah dilontari beberapa
pertanyaan oleh para wartawan.

Untuk
informasi tambahan, acara pengumpulan poin di semua cabang bulutangkis di semua
sektor di kompetisi Olimpiade 2020 akan berlangsung dari tanggal 29 April 2019
hingga tanggal 26 April 2019.

Saat
ini, agar bisa lolos dalam Olimpiade 2020 dan bisa mengikuti kompetisi
bergengsi yang sangat digadang-gadang oleh banyak atlet. Pasangan atlet
bulutangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal dan Gloria Emanuelle Widjaja,
dan juga pasangan Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti sedang berjuang
untuk bisa meraup banyak poin di kompetisi New Zealand Open 2019. Kenapa?
Karena kompetisi inilah yang akan menjadi kualifikasi agar bisa lolos dalam
multievent yang akan di adakan di Tokyo nanti.

badminton

ganda-campuran,liliyana-natsir

ganda-campuran,liliyana-natsir


Artikel yang berjudul “Inkonsistensi Masih Menjadi Masalah untuk Ganda Campur Indonesia” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment