Alasan Mengapa Pembelajaran Menggunakan Visual itu Lebih Baik, Yuk Simak Bunda - Ide Nasional

Breaking

Saturday, May 25, 2019

Alasan Mengapa Pembelajaran Menggunakan Visual itu Lebih Baik, Yuk Simak Bunda

Sebagai guru, pengajar, atau pun pendidik, tentunya kita harus memiliki banyak cara agar anak-anak didik kita tidak bosan dalam setiap pembelajaran yang kita berikan baik di dalam, maupun luar kelas. Dan hal itu tentunya tidak lepas dari perhatian kita sebagai guru ataupun pendidik.

Kita harus bisa mengenali siapa anak-anak didik kita. Bagaimana gaya mereka dalam belajar? Dan tipe-tipe seperti apa mereka? Karena setiap anak diciptakan unik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada anak yang cara belajarnya hanya dengan mendengar atau audio.

Dia bisa langsung memahami materi yang diberikan, dan mengulangnya kembali dengan tepat hanya dengan mendengarkan tanpa harus melihat objeknya langsung. Ada juga anak yang cara belajarnya dengan melihat atau visual.

Dia bisa menyerap ilmu atau penjelasan yang diberikan dengan cepat melalui kegiatan melihat, mengamati, dan menonton. Dia menyimpan apa yang dia lihat didalam otaknya dengan sangat kuat. Dan berikut beberapa alasan tentang pembelajaran visual itu sendiri.

1. Visual Itu Permanen

Bagi anak-anak yang tergolong “visual”, pembelajaran dengan melihat objek langsung, mengamati benda-benda, ataupun menonton film dokumenter itu lebih baik, karena melihat itu sifatnya permanen.

Menghasilkan ilmu dan pengetahuan yang bisa disimpan permanen oleh otak daripada kata-kata. Pelajaran yang hanya monoton penjelasan lisan dianggap membosankan oleh anak-anak “visual”, dan pengetahuan yang diberikan tidak permanen.

2. Visual Memberikan Waktu Untuk Pemrosesan Bahasa

Bagi anak-anak visual, selama proses pembelajaran dengan cara melihat, mengamati, ataupun menonton, syaraf-syaraf otak mereka bekerja aktif dalam memproses setiap tindakan atau perilaku yang melihat lihat.

Bahasa tubuh yang dilakukan oleh pemberi pelajaran – dalam hal ini guru, diterjemahkan oleh otak anak-anak visual kedalam bahasa mereka sendiri, sehingga mereka bisa mendapat ilmu pengetahuan yang diharapkan secara tepat.

3. Visual Menyiapkan Anak-anak Untuk Perubahan

Dengan merekam setiap hal yang mereka lihat didalam otak mereka secara rinci, anak-anak visual bisa tumbuh, berkembang, dan berubah menjadi matang secara mental maupun fisik. Seperti sebuah buku, jika dulu anak-anak itu adalah buku tulis atau buku bacaan yang tipis.

Buku itu mungkin hanya 10 halaman, setelah menyerap banyak hal dengan cara melihat, buku itu berubah menjadi buku tulis atau buku bacaan dengan 50 halaman, atau mungkin lebih.

4. Visual Membantu Anak-anak Menerjemahkan Maksud Mereka

Kebanyakan dari anak-anak visual untuk mengungkapkan maksud dari sesuatu, mereka menggunakan gambar atau foto. Anak-anak itu bisa dengan cepat dan tepat menjelaskan apa yang terjadi, atau makna apa yang terkandung dalam suatu gambar.

Tidak jarang sebuah foto atau gambar bisa mewakili isi hati anak-anak visual. Hanya dengan melihat gambar atau foto, anak-anak itu bisa langsung tahu maksud dan tujuan yang tersimpan didalamnya meskipun gambar atau itu tak bertuliskan apapun.

5. Visual Membantu Anak-anak Membangun Kemandirian Mereka

Dengan bekerja atau belajar dengan cara melihat,
mengamati, atau menonton, anak-anak visual bisa dengan cepat menyelesaikan
tugas-tugas mereka secara mandiri, dan ini hal ini terkait dengan pemrosesan
bahasa tubuh yang diterjemahkan kedalam bahasa mereka sendiri ketika proses
pembelajaran berlangsung. Sehingga mereka tidak terlalu tergantung pada orang
lain untuk membantu mereka menyelesaikan tugas-tugas.

6. Visual Bersifat Tidak Menekan

Pernyataan ini sangat mudah dipahami, karena visual memang berbeda dengan kata-kata. Jika dalam kata-kata kita mengenal penekanan intonasi sehingga ada banyak kata yang terdengar kasar, membentak, marah, berteriak, terlalu cepat, dan lain sebagainya.

Dalam visual tak ada penekanan intonasi, sehingga gambar atau foto yang kita lihat, atau bahkan tulisan yang kita baca tidak bisa langsung diartikan sebagai kemarahan, bentakan atau luapan emosi lainnya.

7. Visual Mampu Mengurangi/ Menurunkan Kecemasan

Dengan menonton film, konser, atau pergi ke galeri
foto untuk melihat-lihat adalah cara dari pembelajaran secara visual untuk
menurunkan ketegangan emosi dan kecemasan. Lihat saja, sangat banyak orang yang
pergi ke konser musik atau menonton film di bioskop dengan alasan “refreshing”.
Dengan alasan itu bisa dikatakan pembelajaran secara visual mampu meredakan
stres, dan untuk menyegarkan pikiran.

8. Visual Menjelaskan yang tidak Kita Mengerti

Terkadang penjelasan menggunakan kata-kata sering membuat bingung. Sudah panjang lebar kita menjelaskan maksud kita, ternyata tak ada hasil yang bisa ditangkap oleh anak-anak didik kita, dan itu mungkin terjadi pada anak-anak visual.

Misalnya dengan kata-kata kita menjelaskan apa yang dimaksud dengan buah pear, namun anak-anak didik kita tidak ada yang mampu memahaminya. Tapi saat kita tunjukkan buah pear yang asli, mereka langsung memahami maksud yang kita sampaikan.

Itulah beberapa
alasan dari pembelajaran visual yang semoga bermanfaat bagi kita semua sebagai
guru atau pendidik. Dan sudahkah kita memahami juga mengenali anak-anak didik
kita?(

edukasi

alasan-pembelajaran-visual,anak-belajar-visual,inovasi-pembelajaran,media-belajar-visual,pembelajaran-visual

alasan-pembelajaran-visual,anak-belajar-visual,inovasi-pembelajaran,media-belajar-visual,pembelajaran-visual


Artikel yang berjudul “Alasan Mengapa Pembelajaran Menggunakan Visual itu Lebih Baik, Yuk Simak Bunda” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment