Aktivis HAM : Penangkapan Pihak Oposisi Menodai Demokrasi - Ide Nasional

Breaking

Wednesday, May 29, 2019

Aktivis HAM : Penangkapan Pihak Oposisi Menodai Demokrasi

Menjelang pemilu dan setelah pengumuman hasil pemilu 2019 oleh KPU, banyak pihak yang menyuarakan pendapatnya mengenai proses pemilihan ini. Tidak sedikit pihak yang berani mengungkapkan kekecewaan terhadap pemerintah bahkan mengungkapkan ujaran kebencian dan dinilai sebagai tindakan makar.

Beberapa pihak dan tokoh yang dinilai melakukan upaya makar ini ditangkap oleh pihak kepolisian karena dianggap dapat membuat suasana di Indonesia semakin memanas. Bukan rahasia umum lagi bahwa kondisi Indonesia saat ini cenderung panas karena perbedaan pilihan politik. Untuk menjaga hal ini semakin memburuk, pihak kepolisian menangkap pihak yang diduga akan membuat keadaan semakin memanas.

Penangkapan pihak oposisi oleh pihak kepolisian mendapat kecaman dari berbagai pihak. Mereka menilai bahwa penangkapan beberapa tokoh terkait makar ini telah mengancam kebebasan dalam berdemokrasi dan mengungkapkan pendapat. Sementara hal ini telah dijamin kebebasannya dalam UUD 1945.

Penangkapan tokoh tokoh oposisi ini juga dinilai dapat menimbulkan kecurigaan yang negatif terhadap aparat kepolisian. Salah satu orang yang secara lantang mengungkapkan hal ini ialah Hermawanto seorang aktivis HAM.

Hermawanto mengatakan gerak cepat yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam menangkap pihak pihak oposisi dapat menimbulkan kecurigaan diantara masyarakat kita.

“Saya rasa tindakan ini sudah sangat berlebihan, hal ini juga mengancam kebebasan dalam menyampaikan pendapat dalam proses pembangunan demokrasi yang saat ini kita sedang jalani. Tindakan polisi ini dapat menimbulkan kecurigaan yang negatif terlebih penangkapan pihak pihak ini ialah tokoh yang beroposisi dalam politik pemerintah” jelas Hermawanto

Hermawanto yang juga menjabat sebagai Direktur Sekolah Konstitusi Indonesia juga mengambil contoh penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian sebelum aksi 212 yang dilakukan pada 2016 lalu.

” Lihat saja para tokoh yang ditangkap pada sebelum aksi 212 lalu, sementara penangkapan masih terus dilakukan dalam momen politik seperti saat ini terhadap aksi massa yang sedang memperjuangkan hak hak politik mereka” tambah Hermawanto

Meskipun pihak kepolisian memiliki wewenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap para tokoh, Hermawanto menyarankan kepada pihak kepolisian untuk menghindari pasar makar. Karena hal ini dapat mengingatkan masyarakat kepada orde baru yang sangat membatasi kebebasan berpendapat.

” Meskipun polisi berhak dan berwenang untuk memeriksa setiap orang, namun jangan menggunakan pasal makar karena akan menghidupkan kembali pasal subversi pada era orde baru” Jelas Hermawanto

featured,politik

aktivis-ham,demokrasi-indonesia,oposisi-menodai-demokrasi,pemilu-2019,penangkapan-aktivis-ham

aktivis-ham,demokrasi-indonesia,oposisi-menodai-demokrasi,pemilu-2019,penangkapan-aktivis-ham


Artikel yang berjudul “Aktivis HAM : Penangkapan Pihak Oposisi Menodai Demokrasi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment