Masih Ada Satu Harapan untuk PBSI Meraih Juara Setelah Dua Turnamen Gagal - Ide Nasional

Breaking

Thursday, April 25, 2019

Masih Ada Satu Harapan untuk PBSI Meraih Juara Setelah Dua Turnamen Gagal

Beberapa waktu yang lalu Indonesia telah gagal dalam meraih kemenangan di dua turnamen sekaligus yaitu Malaysia Open dan juga Singapura Open 2019. Namun kali ini, untuk menebus semua kekalahan tersebut, PBSI memberi dukungan penuh agar tetap bisa meraih juara di acara Badminton Asia Championship 2019.

Bahkan
Susy Susanti yang selaku Kabid Binpres PBSI turut serta menargetkan PBSI akan
mendapat minimal satu kemenangan di kompetisi yang akan segera diadakan di
Wuhan, China pada tanggal 23 hingga 28 April 2019.

Besar
sekali harapan mantan juara Olimpiade 1992 Barcelona agar putra putri
perwakilan dari Indonesia bisa meraih kemenangan di Badminton Asia Championship
2019.

“Lihat
dari hasil terakhir, mungkin memang di dua kejuaraan terakhir kita tidak
mendapat gelar juara,” begitu kata Susy Susanti. 

“Tapi
atlet punya tanggung jawab masing-masing. Jadi kalau ditanya target, saya jawab
seperti yang lalu-lalu, di BAC paling tidak dapat satu gelar,” ungkap Susy
melanjutkan kata-katanya.

Seperti
yang dilansir oleh tournamentsoftware pada hari Minggu 21/4/2019 bahwa untuk menghadapi Badminton Asia Championships
2019, Indonesia sengaja menurunkan semua pemain andalan agar bisa menyabet banyak
kemenangan.

Siapa
lagi kalau bukan Kevin Sanjaya Sukamuljo bersama pasangannya Marcus Fernaldi
Gideon, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto, dan terakhir ada Jonathan
Christie yang akan mewakili sektor tunggal putra.

Kompetisi
ini pasti akan menjadi kompetisi yang sangat menegangkan. Bagaimana tidak,
seluruh pemain yang memiliki peringkat dunia diturunkan untuk berkompetisi di
kejuaraan ini.

Meskipun
sebenarnya jadwal pelaksanaan BAC 2019 sedikit kurang menguntungkan bagi para
peserta pertandingan bulu tangkis. Dikarenakan jadwal BAC 2019 sangat dekat
dengan kompetisi New Zealand Open 2019, yang mana acara ini merupakan ajang
pengumpulan poin untuk mendapatkan kualifikasi di acara Olimpiade 2020.

“Yang
berangkat itu pasti pemain dengan peringkat dunia yang tinggi, karena itu sudah
wajib. Kalau kita tidak berangkat bisa denda USD 5.000,” jelas Susy
Susanti.

“Jadi
kalau untuk Badminton Asia Championships 2019 itu memang wajib. Memang,
pastinya semua tidak dalam kondisi fit. Tapi, paling tidak di kejuaraan ini
bisa menjadi salah satu kejuaraan penting setingkat Asia,” Lanjutnya
kemudian.

Terus pantau artikel selanjutnya, karena akan ada informasi penting lainnya
dan hanya Anda temukan di Doripos.com. Semoga bermanfaat.

badminton,featured

doriapril,pbsi,susy-susanti

doriapril,pbsi,susy-susanti


Artikel yang berjudul “Masih Ada Satu Harapan untuk PBSI Meraih Juara Setelah Dua Turnamen Gagal” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment