Jurus Prabowo Buat Koruptor Bertaubat - Ide Nasional

Breaking

Monday, April 8, 2019

Jurus Prabowo Buat Koruptor Bertaubat

Ide Nasional, Jakarta – Masalah mengakarnya budaya korupsi di Indonesia menjadi salah satu topik yang sering dibahas oleh dua pasang capres-cawapres, yaitu Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno. Secara umum mereka sepakat untuk membasmi korupsi di Indonesia.

Namun demikian, dua pasangan calon itu punya cara yang berbeda dalam mewujudkan langkah tersebut. Untuk Prabowo, dia punya cara tersendiri dalam menyikapi hal itu, capres nomor urut 02 itu mengaku akan membuat para koruptor bertaubat.

Dia mengaku akan menyiapkan penawaran bagi para koruptor, caranya yaitu sekian dana hasil korupsi boleh disimpan para koruptor sebagai uang pensiun mereka.

“Bolehlah kita sisihkan untuk pensiun, boleh enggak? Untuk dia pensiun? Berapa? Kita tinggalin berapa? 5 persen? 5 persen? 3 persen? Enggak boleh?” ucap Prabowo dalam kampanye akbar di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu, 7 April 2019.

Massa kampanye akbar Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Minggu (7/4/2019). Sebagian besar simpatisan kompak menggunakan pakaian putih-putih. (merdeka.com/Arie Basuki)

Selain itu, dia juga menjanjikan akan menerima para koruptor itu sebagai keluarga bila mau bertaubat.

“Kami panggil koruptor-koruptor itu, kita akan minta taubat dan sadar (agar tak korupsi lagi). Kalau mereka taubat, kita terima kembali sebagai saudara kita,” ujar dia.

Prabowo yakin dengan cara ini, dia bisa membawa perubahan dan bisa membersihkan Indonesia dari praktik korupsi.

“Saudara ingin perubahan, saudara ingin pemerintah yang bersih. Begitu kita punya pemerintah yang bersih yang tidak mencuri yang tidak berbohong kepada rakyatnya, bikin infrastruktur tapi harganya dilipat gandakan,” kata Prabowo.

“Saudara-saudara Prabowo-Sandi kalau menerima mandat dari rakyat, kita akan tindaklanjuti dan buktikan itu semua,” lanjut Prabowo.

Strategi Prabowo membuat koruptor bertaubat ini sontak menuai polemik. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengingatkan tentang tingkatan kejahatan korupsi.

Dia mengatakan, korupsi merupakan kejahatan yang masuk dalam kategori extraordinary crime, sehingga tidak bisa hanya tangkap dan lepaskan atau dikenal dalam istilah hit and run. Saut kemudian menyerukan tentang zero tolerance kepada tindak pidana korupsi.

“Korupsi itu kan kita harus zero tolerance. Zero tolerance itu artinya tidak ada kompromi dengan koruptor,” ujar Saut saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Menurut dia, diperlukan inovasi yang lebih sustain dalam menindaklanjuti kasus korupsi. Saut menegaskan, apabila negara ingin benar-benar bersih dari korupsi, perlu diterapkan zero tolerance untuk para koruptor.

Tidak boleh ada toleransi untuk pejabat korup bahkan untuk satu dolar.

“Korupsi tuh dimulai dari satu rupiah, kamu melanggar lampu lalu lintas pun korupsi juga,” kata Saut soal usul Prabowo tentang uang pensiun bagi koruptor.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan orasi politiknya dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (7/4). Kampanye akbar Prabowo-Sandi diawali dengan salat tahajud dan salat subuh berjamaah. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, penggiat antikorupsi Donal Fariz menilai pernyataan Prabowo sebagai bentuk toleransi terhadap koruptor. Dia  justru tidak akan mengurangi prilaku korupsi di negeri ini.

“Sikap toleran kayak begitu justru tidak akan mengurangi perilaku korupsi. Justru koruptor itu adalah dihukum badannya dan disita asetnya. Kok malah memaafkan kayak begitu,” ujar Donal saat dihubungi, Minggu (7/4/2019).

Donal menilai sikap Prabowo itu justru berseberangan dengan sikap semangat antikorupsi yang telah dibangun saat ini dan segala sanksi yang telah diatur dalam perundang-undangan. Apalagi dalam Undang-Undang saat ini, pemberantasan korupsi kini tidak hanya menghukum individu perorangan, tapi juga korporat atau badan usaha.

“Konsep kayak begitu bertentangan dengan desain pemberantasan korupsi di dalam undang-undang 31 tahun 1999 yang kemudian menghukum badan, merampas aset pelaku kejahatan korupsi itu, bukan justru menafkahinya dalam bentuk uang (pensiun), apalah begitu seperti bahasa dia (Prabowo),” kata dia.

Soal Taubat Koruptor

Soal maksud agar koruptor bertaubat, Donal menilai  tobat adalah urusan pribadi masing-masing koruptor. Ketika undang-undang sudah mengatur mekanisme hukuman untuk koruptor, maka tidak ada mekanisme taubat dalam undang-undang.

“Taubat itu kan urusan dia dengan Tuhan, jadi mekanisme taubat seperti apa? Menurut saya masih terlalu kabur tawaran seperti itu. Justru harusnya dikongkretkan saja seperti memperkuat KPK, kemudian melakukan pembersian di sisi penegak hukum, kepolisian, kejaksaaan, itu menurut saya lebih tegas dan lebih kongkret, daripada konsep-konsep yang masih menerawang dan akan menimbulkan perdebatan,” imbuh dia.

Donal pun meminta Prabowo untuk lebih kongkret dalam memaksimalkan konsep pemberantasan korupsi yang sudah ada di negara ini.

Hal ini lebih baik daripada memberi tawaran yang masih kosepnya masih kabur seperti memberi dana pensiun bagi koruptor.

“Definisi taubat itu membingungkan. Definisi taubat seperti apa yang dimaksud. Jadi ketika ada kasus korupsi diproses secara hukum, kemudian pelaku dipidana, aset dirampas, menurut saya itu justru lebih efektif daripada tawaran-tawaran lain yang belum teruji,” jelas dia.


Artikel yang berjudul “Jurus Prabowo Buat Koruptor Bertaubat” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment