HEADLINE: Quick Count Pileg 2019, yang Melenggang dan Tersingkir Menuju Senayan - Ide Nasional

Breaking

Thursday, April 18, 2019

HEADLINE: Quick Count Pileg 2019, yang Melenggang dan Tersingkir Menuju Senayan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bersyukur atas perolehan suara partainya di Pemilu 2019. Menurut dia, penyumbang terbanyak berasal dari wilayah Jawa Tengah.

“Kalau kita melihat ini (keunggulan PDIP) senapas dengan dukungnya ke Jokowi. Sebagaimana kita lihat semisal Bali, Jateng, Jatim, seluruh Kalimantan, Sulut, NTT, Papua itu kan sangat kuat Jokowi dan PDIP dan die hard-nya itu Jateng,” kata Hasto di Kebagusan IV Jakarta Selatan, Rabu 17 April 2019.

“Dan ini memberikan korelasi positif bagi kemenangan Jokowi dan Ma’ruf Amin,” sambung dia.

Menurut dia, banyak hal yang membuat perolehan suara partainya menanjak. Salah satunya karena tidak menolerir kadernya yang korupsi.

Selain itu, PDIP memperkuat kualitas kader melalui sekolah dan psikotes, serta menyempurnakan manajemen partai agar menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade bersyukur parpolnya bisa lolos masuk parlemen. Walaupun suara yang diperoleh dari hasil quick count masih di bawah ekspektasi.

“Mudah-mudahan hasil real count yang akan selesai dalam beberapa hari ke depan suara kita bisa di atas 15 persen, 16 persen harapan kami,” kata dia kepada Ide Nasional, Kamis (18/4/2019).

Gerindra, kata Andre, mengapresiasi masyarakat yang terus memberi kepercayaan menjadi salah satu partai besar dalam beberapa kali mengikuti pemilu.

“Jadi insyaallah dengan dukungan rakyat dan izin rakyat, 2024 kami bisa jadi yang pertama,” kata dia.

Andre mengatakan, pada Pemilu 2019, kader dan calegnya di lapangan bergerak di berbagai daerah dan bekerja keras. Mereka, tidak sekedar memasang alat peraga kampanye (APK) tetapi juga dialog dengan warga.

“Jadi saya rasa caleg-caleg sudah sangat kompeten, tidak kalah dengan caleg partai besar,” ucap dia.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (tengah) mendapatkan nomor 8 sebagai peserta pemilu 2019 saat pengundian nomor urut parpol di kantor KPU, Jakarta, Minggu (19/2). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, pihaknya mengapresiasi dukungan para ulama dan habib, kader, dan pendukungnya. “Kami percaya politik gagasan punya tempat di Indonesia,” kata dia.

Mardani mengatakan, PKS mengangkat isu dan masalah seperti SIM seumur hidup, STNK gratis, pajak penghasilan di bawah 8 juta dihapus, selain branding #2019 ganti presiden. “Itu semua adalah kombinasi yang mendapatkan kepercayaan publik, alhamdulilah,” kata dia kepada Ide Nasional.

Dia mengatakan, PKS belum bisa menentukan daerah yang menjadi suara kantong PKS. Sebab PKS masih merapikan rekap suara di daerah. “Mudah-mudahan besok ketahuan, tapi rata-rata kita bagus seperti di DKI, lalu di Bandung juga, kalau tidak salah nomor satu, mulai masuk data-datanya,” kata dia.

Mardani mengatakan, di DPR nanti, PKS akan merevisi paket UU politik dan memperkuat KPK, karena korupsi adalah masalah dasar yang belum tuntas.

Sementara itu, Wasekjen DPP PAN Benny Suharto mengatakan, hasil hitung internal, perolehan suaranya mencapai 5,49 persen.

“Catatan khusus kami, PAN itu kan selalu di survei umum, karena partai kami ini partai kader, jadi kalau di survei umum tidak maksimal. Tapi kalau kader di bawah itu kami gerak semua,” kata dia.

Benny pun menjelaskan, sejak 2004, 2009, 2014, hampir seluruh kader PAN melakukan kampanye secara door to door untuk meraih kepercayaan publik untuk pemilu. “Paling maksimal tingkat kecamatan kita kumpulin,” kata dia.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (tengah) mendapatkan nomor 1 sebagai peserta pemilu 2019 saat pengundian nomor urut parpol di kantor KPU, Jakarta, Minggu (19/2). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengaku bersyukur dengan hasil hitung cepat atau quick count Pileg 2018 berbagai lembaga survei yang menyebut partainya lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4 persen.

“Sejauh ini PKB sangat bersyukur karena dari C1 yang sudah masuk dan terdata, PKB konsisten antara di posisi ketiga dan keempat. Target kami bisa duduk sebagai partai ketiga terbesar,” tutur Daniel kepada Ide Nasional, Kamis (18/4/2019).

Faktor pendongkrak elektabilitas PKB, kata dia, karena kerja keras para kader yang konsisten dekat dengan rakyat dan bersama-sama memperjuangkan harapan, termasuk petani dan nelayan.

“Dan yang juga sangat menentukan adalah doa dan dukungan para kiai dan nahdliyin, karena solid dan menyatunya orangtua kami, NU bersama PKB. Juga dukungan yang semakin kuat dari masyarakat nonmuslim karena mereka melihat PKB adalah jalan keluar untuk Indonesia — sebagai partai yang memiliki akar keislaman yang kuat sekaligus kekuatan nasionalis bangsa,” jelas dia.

Sejauh ini, data internal partai menunjukkan, sumbangan suara terbesar yang diperoleh PKB berasal dari Pulau Jawa. Kampanye ke pelosok dan desa-desa menjadi tombak utama meraih kepercayaan pemilih.

Sementara, Ketua DPP Nasdem Taufiqulhadi menyampaikan, partainya dapat lolos ke DPR lantaran upaya para kader yang militan turun ke masyarakat dan sosok dari sang Ketum Surya Paloh.

“Di bawah Pak Surya, partai berhasil menerapkan berbagai strategi penting, seperti penyebaran kader-kader partai utama ke semua dapil. Sehingga semua dapil menjadi kuat,” tutur Taufiqulhadi kepada Ide Nasional, Kamis (18/4/2019).

Lolosnya Nasdem ke DPR, lanjutnya, besar kemungkinan lantaran tingginya suara yang diperoleh dari wilayah Jawa.

“Di bawah Pak Surya juga, partai mampu membangun soliditas dan solidaritas karena gaya kepemimpinan Pak Surya yang egaliter dan tidak memiliki interest pribadi. Faktor itulah yang telah membuat Nasdem menguat,” jelas dia.

Saat nanti masuk ke DPR, Nasdem akan menguatkan gagasan antikorupsi yang lebih komprehensif. “Politik tanpa mahar akan kami jadikan spirit perjuangan partai kami ke depan,” Taufiqulhadi menandaskan.


Artikel yang berjudul “HEADLINE: Quick Count Pileg 2019, yang Melenggang dan Tersingkir Menuju Senayan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment