HEADLINE: Kisah Caleg Gagal di Pemilu 2019, Siap Menang tapi Tak Siap Kalah - Ide Nasional

Breaking

Friday, April 26, 2019

HEADLINE: Kisah Caleg Gagal di Pemilu 2019, Siap Menang tapi Tak Siap Kalah

Ide Nasional, Jakarta – Pria paro baya itu duduk tertunduk di kamar mandi Padepokan Antigalau Yayasan Al Busthomi di Desa Sinarrancang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jabar. Ember penuh air dan kembang ‘tujuh rupa’ disiapkan di depannya.

Kaos dan celana putihnya seketika basah usai seorang pria menyiramkan air bunga tersebut ke kepalanya.

YA, inisial pria tersebut, tengah menjalani ritual mandi kembang. Tujuannya satu, ingin menenangkan pikirannya yang galau.

Caleg Partai Gerindra tersebut gundah gulana lantaran perolehan suaranya tak mencapai target untuk lolos ke parlemen. Ia pun depresi. 

YA tercatat sebagai caleg DPRD Kabupaten Cirebon daerah pemilihan (Dapil) VII.

“Hitungan sementara dari beberapa TPS hasilnya sekitar 1.000 suara. Targetnya 7.000 suara. Jauh dari target,” kata YA di Padepokan Antigalau.

YA tengah menjalani ritual mandi kembang untuk menenangkan pikirannya di Padepokan Antigalau (Liputan6.com/Panji Prayitno)

 

YA beruntung tak harus menjual semua aset dan hartanya untuk modal kampanye. Dia mengaku hanya bermodal jaringan dan keyakinan.

Tak cuma YA, ada pula caleg yang datang ke Padepokan Antigalau dengan wajah murung. Caleg yang enggan disebut identitasnya ini depresi lantaran harta dan asetnya habis untuk modal kampanye.

Pimpinan Yayasan Al-Busthomi Cirebon yang mengelola Padepokan Antigalau, Ustaz HM Ujang Bustomi mengatakan, caleg tersebut menangis saat menceritakan kisahnya. Rasa sedih dan sakitnya berlipat ganda saat sang istri memilih hengkang.

“Habis tenaga, pikiran, materi, lalu ditinggal istrinya. Ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang,” kata Ustaz Ujang menceritakan kisah sang caleg, kepada Ide Nasional, Jumat (26/4/2019).

Saat ini sudah ada enam caleg yang datang ke padepokannya. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah. Mereka mencurahkan isi hatinya kepada sang ustaz.

“Mereka sakit hati, tidak terima kekalahan, ada juga yang dikerjain tim sukses. Mikirin uang banyak yang sudah dikeluarkan,” ujar Ustaz Ujang.

Rata-rata, kata Ujang para caleg itu mengalami depresi ringan. Mereka tidak bisa tidur. Ada pula yang sulit diajak berkomunikasi sehingga dibawa oleh keluarganya datang ke padepokan tersebut.

Infografis Caleg Gagal ke Parlemen Berujung Depresi. (Liputan6.com/Abdillah)

Untuk menyembuhkan depresinya, para caleg gagal tersebut mengikuti berbagai tahapan terapi dan pengobatan spiritual. Ustaz Ujang mengatakan, metode penyembuhan fokus menggunakan media air.

Para caleg terlebih dulu akan mendapat motivasi serta nasihat spiritual, pencucian otak dengan penanaman ilmu Tauhid. Menurut dia, caleg yang kalah dan depresi karena terlalu terbawa suasana politik.

“Jadi seakan meyakini politik adalah segalanya, menuhankan politik. Padahal, politik itu hanya bagian dari perhiasan dunia. Kalau kalah ya sudah, namanya juga pesta demokrasi,” kata dia.

Tidak sedikit caleg gagal tersebut memilih untuk menginap di padepokan.

“Mereka itu sebenarnya butuh tenang, banyak istirahat dan tidur, jangan banyak pikiran. Saya sudah bilang kalau nyaleg ya harus siap kalah dan menang,” sambung dia.

Setelah diberikan nasihat spiritual, pasien akan dimandikan air yang ditaburi beragam bunga dan doa. Dia menjelaskan, air menjadi media terapi karena dapat membuang aura negatif dalam tubuh.

Air, lanjut Ustaz Ujang, bisa membuat hati, pikiran dan fisik menjadi tenteram. Namun, demikian, dia menekankan pasien yang ikut terapi tersebut tetap berdoa dan meminta kesembuhan kepada Allah.

“Terapi ini kan hanya media pembantu saja, termasuk saya, selebihnya pasien itu sendiri. Waktu untuk mandi air kembang bebas tergantung kesiapan pasien mau pagi atau malam sekalipun tak masalah,” kata dia.

Setelah mandi kembang, para caleg gagal tersebut akan ikut proses rukiyah. Dia mengatakan, umumnya pasien yang datang berhasil mengikuti berbagai tahapan pengobatan.

Dia menyebutkan, pada pileg tahun 2014 lalu, padepokan antigalau menangani 12 caleg gagal yang depresi. Namun, beberapa di antara mereka mengalami depresi yang cukup berat.

“Maksimal satu bulan kalau menginap di padepokan terapinya bukan hanya mandi kembang saja ada terapi khusus yang kami lakukan, yang intinya, kami ajak mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah, berdoa agar hidup normal,” kata dia.

Berbeda dengan caleg yang mencari ketenangan jiwa di Padepokan Antigalau, ada pula caleg yang menumpahkan amarahnya dengan membakar surat suara karena kecewa perolehan suara tak sesuai harapan.

KS, caleg untuk PDIP untuk DPRD Kota Sungai Penuh, dan temannya, RJ, anggota Panwas Desa Koto Padang, harus dibekuk polisi lantaran nekat membakar surat suara.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 18 April dini hari lalu, usai penghitungan suara di TPS 1, 2, dan 3 di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung.

Mereka kemudian diperiksa intensif oleh tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi.

Hasil pemeriksaan sementara, tindakan itu dipicu kekecewaan pelaku. KS mengaku karena perolehan suara di tiga TPS di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, tak sesuai harapan.

Atas peristiwa ini, KPU Kota Sungai Penuh dan KPU Provinsi Jambi, harus melakukan pemungutan suara ulang.

Berbeda dengan para caleg yang stres karena gagal, Muannas Alaidid, menganggap menang kalah dalam kompetisi adalah hal yang wajar.

Caleg dari PSI yang gagal melenggang ke Senayan ini sudah menerima kekalahannya dan menganggap sebagai risiko perjuangan.

“Itu risiko perjuangan, sejauh ini tidak ada caleg PSI yang stres lalu bunuh diri,” ujar Muannas kepada Ide Nasional.

Tak mau terlarut dalam kekecewaan, dia mengaku akan fokus berjuang agar tetap dikenal masyarakat untuk bekal pemilu selanjutnya. 

“Pastinya pascapemilu ini tugas besar sudah menanti kami untuk tetap eksis di 2024,” kata dia.

Selain itu, kata Muannas, dirinya juga memiliki tugas untuk menjaga rekan-rekannya yang lolos di tingkat provinsi. “Itu kita minta agar mereka menjaga amanah yang telah diberikan,” tandas Muannas.

 


Artikel yang berjudul “HEADLINE: Kisah Caleg Gagal di Pemilu 2019, Siap Menang tapi Tak Siap Kalah” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment