Gugurnya Martir Demokrasi, Para Pengawal Surat Suara - Ide Nasional

Breaking

Saturday, April 20, 2019

Gugurnya Martir Demokrasi, Para Pengawal Surat Suara

Ide Nasional, Jakarta – Tahapan pemungutan suara Pemilu 2019 sudah digelar Rabu kemarin, 17 April 2019. Pesta demokrasi lima tahunan ini digelar serentak, antara pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres) dan memilih wakil rakyat di lembaga legislatif yaitu DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Namun demikian, berita duka muncul seiring aman dan kondusifnya perhelatan Pemilu. Para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di sejumlah daerah meninggal saat menjalankan tugas pemungutan suara. Mereka gugur saat mengemban tugas negara. 

Tumpukan tugas dan kondisi fisik yang lemah akibat kurang tidur jadi penyebab sejumlah petugas KPPS di berbagai daerah meninggal dunia akibat kelelahan.

KPU Jawa Barat mencatat, 10 petugas KPPS-nya meninggal dunia saat atau sesudah bertugas. Mereka berasal dari Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Purwakarta dan Ciamis.

Petugas KPPS melihat warga yang akan memasukkan surat suara dalam kotak di TPS 7 Panggung Lor, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (17/4). Para petugas mengenakan pakaian khas Nusantara untuk menghibur dan menarik warga dalam memilih di Pemilu 2019. (Liputan6.com/Gholib)

Di luar itu, ada beberapa petugas KPPS di wilayah lain yang juga terpantau meninggal akibat kelelahan setelah menghitung suara di TPS selama dua hari non-stop. Di media sosial, ungkapan berdukacita dan berbelasungkawa terhadap jasa para petugas itu disampaikan warga net dengan menyertakan tagar #MartirDemokrasi.

Rusdiono (60), petugas KPPS di TPS 97, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor meninggal dunia setelah tak sadarkan diri usai mengantar surat suara ke kantor kecamatan pada Kamis malam.

Sebelumnya, Ketua KPPS bernama Jaenal meninggal dunia setelah sempat pingsan usai melakukan pengecekan TPS 09 di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu, 17 April 2019.

Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Jaenal sempat berkeliling mengecek TPS yang tersebar di Desa Sukaharja. Namun, saat melakukan pengecekan di TPS 09, Jaenal jatuh pingsan hingga tak sadarkan diri. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Milenia Kota Bogor. Namun, pada saat menjalani perawatan di ruang IGD RS Milenia, Jaenal meninggal dunia.

Di Jakarta, Ketua KPPS 017 Tamansari, Jakarta Barat berinisial AS ditemukan meninggal dunia saat pemungutan suara Pemilu 2019.

Sebelumnya, dia pamit kepada temannya untuk tidur sejenak di dalam ruangan salah satu kantor yang dekat dengan TPS tempat ia bertugas.

“Nggak lama ditemukan tak bernyawa. Keluarga sudah suruh korban istirahat pada malam itu,” ungkap Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Ruli Indra Wijayanto.

Menurut informasi, AS memang mempunyai riwayat sakit. Ditambah kondisinya yang kelelahan. AS mengembuskan napas terakhir saat tengah menjalankan tugas. Dia sudah dimakamkan pihak keluarga.

Dua petugas KPPS di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pingsan saat penghitungan suara. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Sementara itu, di Tasikmalaya, dilaporkan dua petugas KPPS di Tasikmalaya meninggal dunia karena sakit setelah pemungutan suara. Mereka adalah upriyanto (54) warga Kampung Ciburaleng, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang dan Jeje (60) warga Kampung/Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras.

Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya Furkon mengatakan, keduanya diduga meninggal karena kelelahan dan memiliki riwayat penyakit. Petugas KPPS itu, kata dia, melaksanakan tugasnya dimulai dari pencoblosan hingga penghitungan perolehan suara yang rata-rata pelaksanaannya hingga pukul 04.00 WIB.

“Tentunya mereka juga kurang tidur apalagi sebelum pencoblosan para petugas juga telah sibuk mempersiapkan lokasi TPS dan lainnya,” katanya. 

Selain itu, di Lampung, sebanyak tiga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia hingga dirawat di rumah sakit selama pelaksanaan Pemilu 2019 di Provinsi Lampung. 

Tiga petugas KPPS meninggal dunia karena kelelahan dan ada yang dirawat karena menjadi korban pembegalan, kelelahan, dan kecelakaan,” kata Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono, di Bandarlampung, Sabtu malam.

Dia menjelaskan tiga petugas KPPS yang meninggal dunia yakni KPPS Way Kanan atas nama Paidi yang bertugas di TPS 3 Negara Harja, Kecamatan Pakuan Ratu.

Kemudian KPPS Pesawaran atas nama Ikhwanudin Yuda Putra yang bertugas di TPS 7 Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, dan KPPS Bandarlampung atas nama Bambang Wijayanto yang bertugas di TPS 27 Kelurahan Sepang Jaya, Labuhan Ratu.

“Dua petugas KPPS Way Kanan dan Pesawaran meninggal dunia karena kelelahan, sedangkan petugas KPPS Bandarlampung meninggal dunia saat selesai melakukan pemungutan dan hitung suara di TPS dan akan membagikan honor KPPS,” kata dia. 


Artikel yang berjudul “Gugurnya Martir Demokrasi, Para Pengawal Surat Suara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment