HEADLINE: Tarif Murah MRT Rp 8.500, Kurangi Mimpi Buruk Macet Jakarta? - Ide Nasional

Breaking

Monday, March 25, 2019

HEADLINE: Tarif Murah MRT Rp 8.500, Kurangi Mimpi Buruk Macet Jakarta?

Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta resmi melenggang membelah jalanan ibu kota, Minggu 23 Maret 2019. Ada yang melayang di atas, sebagian terbenam dalam terowongan bawah tanah Jakarta.

Total 13 stasiun tersedia di MRT fase I. Tujuh stasiun layang, yakni di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia terbenam di bawah tanah.

Presiden Jokowi menyatakan, MRT merupakan budaya baru masyarakat Indonesia. Dia meminta agar masyarakat tertib serta menjaga kebersihan saat menggunakan transportasi masal tersebut.

“Ini adalah peradaban baru, kita harus yakin kita bisa mengubah masyarakat dari budaya lama ke budaya baru ini. Apa itu? Yang tadi saya sampaikan, antre kalau mau masuk ke MRT, jangan buang sampah sembarangan di stasiun MRT maupun di dalam MRT-nya,” ujar Jokowi saat peresmian, Minggu 24 Maret 2019.

Dia mengingatkan agar masyarakat disiplin, tidak berdesak-desakan saat naik MRT. Menurutnya, masyarakat harus bersama menjaga dan merawat transportasi baru ini.

“Kalau ini tidak dibudayakan, percuma kita memiliki MRT, artinya kita harus menjaga kita harus merawat MRT yang kita miliki ini,” ucap Jokowi.

MRT memang menjanjikan kenyamanan dengan kabin dan interior ruangan yang menawan. Lebih dari itu, MRT menjanjikan kecepatan dan efisiensi waktu. Hanya butuh 30 menit dari Lebak Bulus untuk tiba di Bundaran HI.

Sementara itu, Direktur MRT Jakarta William Sabandar optimistis, MRT akan mengubah arus lalu lintas di Jakarta. Mimpi buruk warga Jakarta akan kemacetan diyakini bakal berkurang.

“Inilah saatnya untuk mengubah Jakarta. Inilah saatnya untuk menjadikan Jakarta lebih baik dan bebas dari kemacetan,” kata Direktur MRT Jakarta William Sabandar, beberapa waktu lalu.

William tak main-main. Ada tiga moda transportasi berbasis rel yang mengepung Jakarta saat ini. Selain MRT yang baru resmi diluncurkan, sebelumnya sudah ada kereta rel listrik (KRL) dan light rail transit (LRT). Ketiga moda transportasi dengan sarana kereta tersebut diharapkan mampu melayani mobilitas warga Ibu Kota dalam beraktivitas sehari-hari, sekaligus memangkas kemacetan.

Meski terkesan sama, ketiga moda ini punya beberapa perbedaan baik dari perlintasan, kapasitas penumpang, dan rangkaiannya. LRT atau kereta api ringan, misalnya, mengacu pada beban ringan dan bergerak cepat. Meskipun MRT dan KRL memiliki daya angkut lebih besar, LRT dapat memindahkan penumpang melalui rute yang lebih banyak.

Selain itu, kelebihan dari moda transportasi LRT ini, sistem perlintasannya dibuat melayang sehingga tidak memiliki konflik sebidang yang sering ditemukan di lintasan KRL. Karenanya, headway atau jarak antarkereta dapat dipastikan waktunya.

Sedangkan commuter line atau KRL yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1925 merupakan kereta rel yang menggunakan sistem propulsi motor listrik sebagai penggerak keretanya. KRL yang melayani rute Jabodetabek ini seringkali mengalami konflik sebidang dengan penyeberangan jalur kendaraan mobil dan motor. Hal ini yang kerap menimbulkan kemacetan serta kecelakaan.

Kemudian MRT yang merupakan transportasi dengan transit cepat dan memiliki daya angkut yang lebih besar dari LRT. Perlintasannya dibuat melayang dan bawah tanah, sehingga meminimalisir pertemuan dengan konflik sebidang sama halnya dengan LRT.

William membeber spesifikasi teknis MRT. Dia mengatakan, kereta MRT Jakarta dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo asal Jepang. Posisi kemudi masinis berada di sisi sebelah kanan karena disesuaikan dengan arah jalur perjalanan kereta.

Seluruh kereta MRT Jakarta dibuat dari material stainless steel. Satu rangkaian kereta MRT Jakarta dapat menampung sebanyak 1.200 penumpang dan jika sangat padat dapat mencapai 1.950 penumpang. Satu unit kereta atau gerbong memiliki dua unit penyejuk ruangan.

Satu rangkaian kereta nantinya terdiri dari enam kereta. Pada kereta 1 dan 6 yang merupakan kereta dengan kabin masinis merupakan kereta tanpa motor penggerak atau disebut juga trailer car. Untuk kereta 2 hingga 5 yang merupakan kereta tanpa kabin masinis memiliki masing-masing 1 pantograf tipe single arm dengan motor penggerak.

 

 


Artikel yang berjudul “HEADLINE: Tarif Murah MRT Rp 8.500, Kurangi Mimpi Buruk Macet Jakarta?” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment