Mengungkap Temuan Sekarung E-KTP di Ibu Kota - Ide Nasional

Breaking

Monday, December 10, 2018

Mengungkap Temuan Sekarung E-KTP di Ibu Kota

Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol Agus Nugroho mengungkapkan, pihaknya telah menangkap terduga penjual blangko e-KTP melalui toko online. Penjual blangko tersebut berasal dari Lampung.

“Penjualan blangko dalam hal ini e-KTP, jadi yang bersangkutan yang menjual blangko itu sudah kami amankan, inisialnya DID,” kata dia dalam konferensi pers di Divisi Humas Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2018).

Agus tak merinci lebih jauh terkait penangkapan DID. Pihaknya saat ini tengah menelusuri calo pembuatan e-KTP di media sosial.

“Terkait dengan calo di media sosial, kami sudah menerima laporan itu dan ditangani Polda Metro. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, pelaku itu hanya menyediakan jasa pengurusan e-KTP, STNK, BPKB dan dokumen lainnya. Di sini, bahwa yang bersangkutan hanya menyediakan jasa saja. Tetapi kami tetap akan menindaklanjuti hal ini,” jelasnya.

Selain itu, Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Metro Jaya juga tengah mendalami pembuangan KTP elektronik asli di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Termasuk pemalsuan KTP elektronik di Pasar Pramuka.

“Nanti kalau sudah berhasil akan disampaikan kemudian,” ujarnya.

Jumlah KTP elektronik yang dibuang di Duren Sawit sebanyak 2.158 keping. Dari 2.158 keping tersebut, 68 di antaranya sudah rusak fisiknya. KTP tersebut dipastikan dicetak pada tahun 2011, 2012 dan 2013 dan sudah tidak berlaku lagi.

“Itulah yang perlu saya garis bawahi. Kami sudah melakukan pendalaman,” kata Agus.

Dalam penanganan kasus tersebut, Bareskrim bersinergi dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Polres Jaktim.

“Kami sudah berkomitmen dengan Kemendagri untuk bekerja sama bahwa kita akan melakukan tindakan yang tegas terhadap oknum masyarakat terkait tindak pidana penyalahgunaan dokumen negara, terutama masalah e-KTP,” lanjutnya.

Agus juga mengimbau masyarakat jangan terpengaruh dengan penawaran pengurusan dokumen kependudukan. Warga diminta agar mengurus sendiri dan mengikuti aturan atau prosedur yang telah ditetapkan.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Tony Surya Putra saat dihubungi, Senin (10/12/2018) menyebutkan, pihaknya masih mencari siapa pembuang ribuan e-KTP di Duren Sawit.

“Harusnya dihancurkan, bukan dibuang begitu. Ini kan masalahnya sekarang siapa yang membuang karung itu,” kata dia.

Tony mengatakan, pihaknya sudah mengecek identitas yang tertera di e-KTP yang tercecer itu. Menurut dia, para warga yang tertera di dokumen negara tersebut sudah mempunyai e-KTP baru.

“Karena ini kan sudah kita cek dari alamat yang ditemukan di dalam karung itu, sudah punya e-KTP seumur hidup semua. Dicek ke rumah betul, ‘oh betul punya saya dulu, Pak, saya sudah punya e-KTP seumur hidup’,” pungkasnya.

Pengakuan Pemilik

Marwiyah (40) warga Kampung Curug, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur membenarkan salah satu KTP Elektronik (e-KTP) yang ditemukan di Pondok Kopi adalah milik putra keduanya, Bintang Sedayu (22). Menurut dia, e-KTP itu tidak hilang namun sudah sempat dikembalikan ke kelurahan untuk ditukar e-KTP yang baru.

“Iya benar ini KTP anak saya, tapi ini yang lama, sudah ditukarkan juga ke kelurahan sekitar setahun yang lalu. Saya yang bawa ini soalnya, anak saya kerja,” ungkap Marwiyah saat dikonfirmasi Merdeka.com di kediamannya, Minggu (9/12/2018).

E-KTP milik Bintang Sedayu juga ditemukan di Pondok Kopi dengan masa berlaku hingga Februari 2019. Ibunya yakin e-KTP yang ditemukan itu merupakan e-KTP milik anaknya yang lama karena fotonya berbeda.

“Enggak kok enggak hilang KTP-nya. Jumat malam dia berangkat ke Bogor saya cek masih ada. Tapi ini coba saya telepon enggak nyambung,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Taufik Djunaedi BE. E-KTP miliknya juga ditemukan di TKP. Namun, e-KTP miliknya ini tidak ada tanggal masa berlaku, hanya tertulis seumur hidup persis dengan e-KTP yang dia tunjukkan kepada merdeka.com.

Istri dari Taufik memberikan penjelasan bahwa e-KTP milik suaminya itu ada di rumah. Dia bingung mengapa bisa ada di lokasi, karena yang lama sudah ditukarkan ke kelurahan saat pengambilan e-KTP. Dia menduga, e-KTP itu kemungkinan belum digunting lalu ditemukan tercecer di Pondok Kopi.

“Iya benar itu, tapi ini (e-KTP) juga ada di rumah. Kayaknya itu KTP lama kali. Kan kita sudah tukar di kelurahan pas ambil yang e-KTP baru,” ujarnya.

 

 


Artikel yang berjudul “Mengungkap Temuan Sekarung E-KTP di Ibu Kota” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment