Dialog “2019 Pilpres Ceria Antihoax”, Mahfud MD ditunjuk sebagai pembicara - Ide Nasional

Breaking

Tuesday, December 11, 2018

Dialog “2019 Pilpres Ceria Antihoax”, Mahfud MD ditunjuk sebagai pembicara

Mahfud MD menjadi pembicara dalam serial dialog kebangsaan di Jepang. Bicara pentingnya menjaga NKRI, Mahfud juga kampanye pilpres ceria dan pemilu yang damai.

Tokyo – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD mengingatkan ancaman yang membayangi Indonesia. Acaman itu adalah retaknya ikatan kebangsaan kita karea politik identitas.

Dia khawatir penggunaan simbol-simbol keagamaan sebagai alat bisa memancing perpecahan di antara bangsa Indonesia sendiri. Selain penggunaan identitas keagamaan, kelompok lain yang lebih ekstrem ingin mengganti sistem negara, mengganti apa yang telah disepakati, merombak kesepakatan sampai ke akar-akarnya.

“Muncul radikalisme yang meniadakan kekayaan perbedaan, padahal kemerdekaan itu sebetulnya didapat dari perbedaan, yaitu perbedaaan yang bersatu di negeri ini,” katanya dalam Dialog Kebangsaan Merawat Persatuan NKRI di Tokodai Okayama Campus, Tokyo, Jepang, Jumat 7 Desember 2018.

Dia mengingatkan bahwa bahwa perbedaan itu ciptaan Tuhan.  “Jangan mau diadu domba lewat hoax misalnya di media sosial,” papar Mahfud.

Mahfud melanjutkan, demokrasi dan integrasi adalah dua hal yang bertolak belakang tetapi harus dijalankan dua-duanya. “Demokrasi mengarah pada arti kebebasan, sedangkan integrasi mengarah pada hal untuk menyatukan,” ujarnya.

Mahfud menandaskan, umat Islam sebagai kaum mayoritas di Indonesia janganlah bermental meminta-minta kepada negara dan janganlah mendiskriminasikan siapapun yang berbeda. “Gunakan Islam sebagai firman, Islam tidak sewenang-wenang terhadap kaum minoritas,” katanya.

Pilpres Ceria

Agenda ini adalah salah satu kegiatan Mahfud menjadi pembicara dalam serial dialog di Jepang. Pada Sabtu 8 Desember, Mahfud kembali menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan bertajuk ‘2019 Pilpres Ceria Antihoax’ di Kota Hamamatsu, Perfektur Shizuoka Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2011 itu tiba di Tokyo hari Kamis malam (6/12/2018)

Dalam diskusi tentang Pemilu Ceria dan Anti Hoax di Kota Hamamatsu, Perfektur Shizuoka, Sabtu (8/7/2018) malam. Dia menegaskan bahwa pemilu adalah salah satu wujud yang paling konkret dari implementasi demokrasi. “Marilah kita laksanakan pemilu dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Saat ini, kata dia, Indonesia sudah mempunyai instrumen-instrumen hukum untuk berjalannya Pemilu yang baik, yakni adanya KPU yang independen, Bawaslu/Panwaslu, DKPP, dan MK yang semua mengawal agar pemilu dan hasilnya baik. Sebagai perbandingan, pada era Orde Baru dulu proses pemilu didominasi oleh pemerintah yang berpusat di Departemen Dalam Negeri.

Acara berlangsung meriah, dihadiri oleh mahasiswa tetapi juga oleh masyarakat Indonesia yang bekerja di daerah Shizuoka. Dalam sesi tanya jawab Mahfud banyak ditanya tentang banyaknya hoax yang menimbulkan kesan permusuhan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat menjelang pemilu.

No comments:

Post a Comment